Kamis, 12 Maret 2015

Gigi Manusia Juga dapat Berkarat



Sekitar 12 tahun yang lalu aku pernah berkunjung kesebuah daerah yang lebih pelosok dari kampung kelahiranku yaitu di daerah Pasang surut, Kabupaten Musi Banyu Asin, Sumatera Selatan.  Namun amat disayangkan aku tidak sempat mendokumentasikan perjalanan ini.
         Jauh lebih mengerikan aksesnya karena tanpa aspal sama sekali dan banyak jembatan yang sedang proses pembangunan, sehingga hanya dapat di akses dengan jalan kaki untuk menuju rumah dan mobil ditinggal.

“mbak Tika giginya jadi merah...”

        Hari pertama aku di sana sudah merasa tidak nyaman karena sangat melelahkan dan kering tandus, walaupun berada di jalur aliran sungai Musi yang jika sore hari airnya pasang dan pagi menuju siang airnya surut. Masyarakat di sana tinggal di atas rumah panggung karena memang dekat dengan aliran sungai. Pada sore hari aku mengalami kebingungan untuk mandi karena penduduk di sana tidak memiliki kamar mandi, hanya wc cemplung dengan bedeng setengah badan. Bahkan untuk gosok gigi kami harus menggunakan air tampungan air hujan dengan sehemat mungkin.
        Alasan tersebut terjawab ketika ibu  mengajak aku  mandi di sebuah parit besar selebar 2 meter (sungai kecil) yang berada di pinggir jalan. Alangkah kagetnya, melihat hal tersebut karena harus mandi dengan keadaan terbuka dan jarak antara jalan dan parit hanya  dibatasi tanaman bonsai setinggi 1,5 meter. Air tanah di daerah Pasang surut ternyata mengandung karat, sehingga warga sangat berhati-hati untuk gosok gigi menggunakan air tersebut karena lama-kelamaan dapat menyebabkan gigi menjadi kemerahan seperti yang dialami salah satu rekanku, mbak Tika.
        Pada hari kedua, aku mulai mampu beradaptasi karena dapat merasakan tidur di dalam rumah panggung yang terbuat dari kayu. Keesokan harinya aku baru menyadari bahwa seburuk apapun tempat ini, tetap menyimpan keunikan tersendiri karena aku dapat menyaksikan perahu-perahu (getek) yang melintas di sungai dengan air yang makin surut. Tidak hanya itu, sulit dipercaya rasanya jika daerah yang kering dan tandus ini ternyata menyimpan hamparan perkebunan jeruk manis yang begitu menakjubkan. Maka tidak heran jika daerah tersebut menjadi penghasil jeruk. Demikian cerita lamaku, mungkin saat ini  daerah Pasang Surut sudah mengalami banyak perkembangan dan yang pasti tetap ingin kembali menginjakkan kaki di tempat ini.
         
Lokasi:
Pasang Surut  air, Musi Banyu Asin, Sumatera Selatan.
Akses:
4,5 jam dari Bandara Sultan Badarudin 2 Palembang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar